Cara Menghitung Upah Tukang & Borongan Tenaga Kerja

· 2 menit baca· 214 kata

Cara menghitung upah tukang bangunan dengan sistem harian dan borongan tenaga, termasuk rumus upah per hari dikali jumlah orang dan jumlah hari.

Biaya tenaga kerja bisa mencapai 25 hingga 35 persen dari total RAB. Karena itu, mengetahui cara menghitung upah tukang sangat penting agar anggaran tidak meleset. Artikel ini melengkapi panduan cara menghitung RAB bangunan rumah.

Sistem Upah Harian

Pada sistem harian, upah dihitung dengan rumus upah per hari dikali jumlah orang dikali jumlah hari kerja. Misalnya tukang batu Rp 150.000 per hari, sebanyak 4 orang, bekerja 45 hari, menghasilkan biaya Rp 27.000.000. Jumlahkan untuk semua jenis tenaga kerja seperti mandor, tukang kayu, tukang besi, tukang cat, dan kenek.

Sistem harian cocok untuk pekerjaan yang sulit diukur volumenya atau ketika pengawasan dilakukan ketat oleh pemilik. Kelemahannya, durasi bisa molor sehingga biaya membengkak bila tidak diawasi.

Sistem Borongan Tenaga

Pada borongan tenaga, Anda membayar jasa berdasarkan volume pekerjaan, bukan hari kerja. Misalnya borongan pasang bata Rp 90.000 per meter persegi. Sistem ini memberi kepastian biaya jasa dan mendorong tukang bekerja lebih cepat. Untuk perbandingan harga borongan, lihat harga borongan bangunan per meter.

Menentukan Jumlah Hari Kerja

Estimasi durasi sebaiknya realistis dan disesuaikan dengan luas bangunan. Rumah Type 36 umumnya selesai 60 sampai 90 hari kerja, sementara rumah dua lantai membutuhkan waktu lebih lama. Pastikan komposisi tim seimbang antara tukang ahli dan kenek.

Setelah angka upah siap, masukkan ke kalkulator untuk menjumlahkannya dengan biaya material secara otomatis.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Berapa upah tukang bangunan per hari di 2026?

Upah mandor sekitar Rp 200 ribu per hari, tukang ahli Rp 150 ribu hingga Rp 175 ribu, dan kenek Rp 100 ribu per hari. Besaran bervariasi menurut daerah dan keahlian.